cara membuat minyak atsiri dari kulit jeruk

Cara Membuat Minyak Atsiri Dari Kulit Jeruk

Posted on

Cara membuat minyak atsiri. Minyak atsiri merupakan salah satu minyak yang di hasilkan oleh tanaman, memiliki sifat yang mudah menguap, sehingga mengeluarkan bau yang sangat khas, tetapi menguap tanpa mengalami dekomposisi, memiliki rasa getir, dan bau sesuai tanamannya. Umumnya, Minyak Atsiri ini larut dalam pelarut organik, tetapi tidak larut jika dengan air, dan bisanya di peroleh dari akar, daun, bunga, batang, tanaman dengan cara mengekstrasi.

Minyak Atsiri juga mempunyai fungsi yang beragam loh, di antaranya :

  • Dapat membantu proses penyuburan
  • Mencegah kerusakan tanaman oleh serangga maupun hewan
  • Sebagai cadangan makanan dalam tanaman, dan sebagainya.

Dan ini adalah beberapa manfaat dari banyaknya Minyak Atsiri

  • Antiseptik obat-obatan
  • Obat pijat atau gosok
  • Sebagai flavoring agent dalam bahan makanan maupun minuman
  • Sebagai aroma terapi
  • Pembuatan kosmetik atau parfum dan sebagainya

Sumber Minyak Atsiri

Tanaman penghasil Minyak Atsiri di perkirakan mencapai 150-200 jenis tanaman lho. Selain itu juga dapat bersumber pada setiap bagian tanaman, entah bagian daun, akar, biji, bunga, batang, buah.

Dan ini merupakan data berupa Minyak Atsiri yang berasal dari daun tanaman :

  • Sereh
  • Nilam
  • Kayu putih
  • Bay
  • Cassia
  • Cedar Leaf
  • Eucalyptus
  • Lemon Grass
  • Cherry Laurel

Yang berasal dari bunga tanaman :

  • Kenanga
  • Cempaka
  • Cengkeh
  • Basil
  • Chamoomile
  • Lavadin
  • Lavender
  • Mawar
  • Rosemary
  • Sage

Yang berasal dari biji tanaman :

  • Caraway
  • Cardamon
  • Wortel
  • Seledri
  • Croton
  • Cumin
  • Drill

berasal dari buah atau kulit tanaman :

  • Juniper
  • Sitrum
  • Lada
  • Pimenta
  • Vanili
  • Ketumbar
  • Adas
  • Grape fruit
  • Fennel

Ada sekitar 150 jenis Minyak Atsiri yang ada di dunia, dan di Indonesia ada sekitar 40 jenis, dan hanya 12 jenis yang memenuhi standar ekspor.

Ada 2 Cara Dalam Pembuatan Minyak Atsiri Dari Kulit Jeruk

Cara Pertama Membuat Minyak Atsiri Dari Kulit Jeruk

Bahan-bahan

  • buah jeruk
  • minyak zaitun (juga bisa menggunakan minyak grapeseed yang ngga beraroma)

Alat

  • parutan
  • panci atau wadah stainless
  • botol kaca warna gelap.

Berikut cara pembuatannya

  1. Pastikan semua alat dan bahan yang akan digunakan dalam keadaan bersih
  2. Parut kulit jeruk. Jangan lupa untuk mencuci bersih jeruk yang akan digunakan, ya! Sebelum diparut, pastikan jeruk sudah dalam kondisi kering agar lebih memudahkan dalam pengolahan
  3. Masukkan sebanyak 2-3 sendok makan parutan kulit jeruk ke dalam 30 ml minyak zaitun dalam panci atau wadah lainnya
  4. Panaskan dengan api sedang hingga minyak berbuih. Proses pemanasannya mungkin akan sedikit memakan waktu, jadi kamu harus lebih bersabar, ya!
  5. Pisahkan parutan kulit jeruk dari minyak. Kamu harus ingat, proses pemisahan ini sebaiknya dilakukan sebelum minyak yang diperoleh benar-benar dingin ya!
  6. Masukan infused oil yang sudah dingin ke dalam botol kaca berwarna gelap dan tutup dengan rapat agar aromanya ngga menguap
  7. Infused oil kulit jeruk sudah siap digunakan
  8. Simpanlah dalam kondisi yang benar dan bersih, sehingga bisa disimpan dalam jangka waktu 1 bulan

Cara Kedua Membuat Minyak Atsiri Dari Kulit Jeruk

Bahan Yang Dibutuhkan:

  • Kulit jeruk
  • Larutan NaHCO3 5%
  • Na2SO4 anhidrat

Peralatan:

  • Perajang. Alat ini digunakan untuk merajang kulit jeruk. Alat paling sederhana adalah pisau dan talenan. Untuk kapasitas besar, perajangan perlu menggunakan mesin perajang.
  • Pemeras kulit jeruk. Alat ini digunakan untuk memeras kulit jeruk sehingga kadar airnya turun. Ada dua jenis alat yang dapat digunakan, yaitu pemeras berulir dan pemeras hidrolik.
  • Mesin penyulingan minyak atsiri. Alat ini digunakan untuk memisahkan fraksi air dan minyak dari hasil pemerasan ulit jeruk.
  • Botol dekantasi. Alat ini digunakan untuk dekantasi, yaitu pemisahan fraksi minyak dan air pada emulsi

Cara Pembuatan:

1. Persiapan

a) Pelunakan. Kulit jeruk dicuci sampai bersih, kemudian direndam di dalam larutan NaHCO3 % selama 10-14 jam. Setiap kg kulit jeruk direndam dengan 1 liter larutan NaHCO3.
b) Perajangan. Setelah itu perendaman tersebut, kulit jeruk dirajang sampai berukuran 0,3-0,5 cm.

2. Pemerasan

Kulit jeruk yang telah dirajang dibungkus dengan kain blacu tebal, kemudian diperas dengan alat pres berulir, atau alat pres hidrolik. Mula-mula tekanan 200 kg per cm2, setelah itu tekanan dinaikkan secara pelan-pelan menjadi 400 kg per cm2. Selama pemerasan dilakukan penyemprotan dengan air dingin. Pemerasan dilakukan dua kali. Hasil yang diperoleh berupa emulsi minyak di dalam air yang disebut emulsi minyak.

3. Pemisahan Minyak

a) Dekantasi. Emulsi dimasukkan ke dalam botol dekantasi (pemisah fraksi air dan minyak emulsi). Setelah itu botol yang berisi emulsi disimpan di dalam lemari pendingin (4-70C) selama 10-24 jam. Fraksi air yang berada pada bagian bawah dibuang. Cara pembuangannya adalah sebagai berikut. Mula-mula saluran pemasukan dibuka, kemudian kran pengeluaran dibuka sampai semua fraksi air mengalir keluar
b) Sentrifugasi. Fraksi minyak yang tertinggal di botol dekantasi dipindahkan ke botol sentrifus. Kemudian dilakukan sentrifugasi pada kecepatan 4000-6000 rpm selama 15 menit. Sisa fraksi air akan berada pada bagian bawah cairan si dalam botol sentrifus, dan fraksi minyak berada pada bagian atas. Fraksi minyak ini disebut sebagai minyak kulit jeruk
c) Pemberian Na2SO4. Minyak kulit jeruk diberi Na2SO4 anhidrat, kemudian diaduk-aduk. Setiap liter minyak diberi dengan 1-3 g Na2 SO4 anhidrat. Setelah itu, minyak disaring untuk memisahkan Na2SO4. Pemberian senyawa tersebut bertujuan untuk mengikat air yang tidak dapat dipisahkan dengan dekantasi dan sentrifugasi.

4. Penyimpanan

Minyak kulit jeruk disimpan di dalam botol kaca berwarna gelap dalam keadaan tertutup rapat pada tempat yang tidak panas.

Manfaat Minyak Atsiri Dari Kulit Jeruk

Menjadi pendukung yang sangat baik untuk menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh

Kandungan limonene yang termasuk jenis monocyclic monoterpene pada minyak esensial adalah substansi yang dapat mencegah stres oksidatif.

Bahkan minyak jeruk memiliki sifat anti kanker karena monoterpene terbukti merupakan agen kemopreventif yang dapat mencegah pertumbuhan tumor.

Sebagai Antibakteri Alami

Minyak atsiri dari orange merupakan antimikroba alami yang dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan makanan karena mencegah perkembangbiakkan bakteri .

Membantu Melancarkan Sirkulasi Darah

Minyak jeruk merupakan pendukung alami untuk hipertensi atau tekanan darah tinggi yang beresiko menjadi penyakit jantung.

Minyak jeruk juga dapat mengurangi gejala sakit kepala karena masalah ini biasanya disebabkan karena aliran darah di dalam tubuh yang tidak lancar.

Anti Inflamasi

Minyak jeruk memiliki sifat anti inflamasi yang dapat mendukung untuk mencegah peradangan dan infeksi.