kegunaan sabut kelapa

Kegunaan Sabut Kelapa Dalam Kehidupan Sehari-hari

Posted on

Kegunaan sabut kelapa. Ternyata ada banyak manfaat sabut kelapa yang bisa berguna untuk kehidupan manusia. Selama ini, sabut kelapa selalu dipandang sebelah mata karena dianggap sebagai limbah yang hanya bisa ditumpuk dan dibiarkan hingga membusuk atau kering.

Sabut kelapa menjadi salah satu bagian dari buah kelapa yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatan, untuk tanaman, hingga dijadikan sebagai hiasan dekorasi rumah.

Padahal sebenarnya ada banyak manfaat sabut kelapa yang mungkin selama ini tidak ketahui sebelumnya.

Macam-macam Kegunaan Sabut Kelapa dalam Kehidupan Sehari-hari

Selain produk unggulan sabut kelapa seperti di atas, ada beberapa macam manfaat sabut kelapa yang biasa di gunakan oleh penduduk sekitar kebun kelapa, berikut di antaranya kami sampaikan di bawah ini :

Sabut Kelapa Sebagai Bahan Pupuk Organik

Sabut kelapa memiliki usur hara dan juga kandungan mineral yang cukup tinggi yang baik untuk pertumbuhan tanaman, maka sabut kelapa sangat cocok untuk dibuat menjadi pupuk organik.

Apalagi pupuk organik yang di buat dari sabut kelapa menyimpan 60% air lebih banyak di banding pupuk biasa. Jadi pupuk organik dari sabut kelapa cocok di daerah yang curah hujannya rendah atau daerah yang sedang di landa kekeringan.

Bahkan untuk daerah pantai yang berpasir, penambahan cocopeat atau sabut kelapa pada pasir panta, bisa sebagai media tanam yang di taburkan begitu saja. Menarik bukan?

Sabut Kelapa sebagai Penetralisir Bau Semen pada Kolam yang Baru Dibuat

Kolam ikan yang baru dibuat sering kali meninggalkan bau semen yang kurang sedap. Hal ini tentunya membuat budidaya ikan memjadi terhambat.

Salah satu cara alami yang ampuh menghilangkan bau semen pada kolam yang baru dibuat, yaitu menggunakan sabut kelapa. Bagaimana caranya?

Caranya sangat mudah, cukup dengan menaburkan sabut kelapa atau bisa di campur dengan dedaunan yang mudah membusuk dan biarkan selama 1 sampai 2 minggu. Air akan berwarna kecoklatan hingga warna kehijauan, warna air yang berubah tersebut menandakan kolam sudah siap untuk media pembudidayaan ikan.

Sabut Kelapa sebagai Bahan Dasar Kerajinan

Satu lagi manfaat dari sabut kelapa yang mungkin sudah tidak asing lagi di lingkungan kita, yaitu sabut kelapa sebagai bahan dasar kerajinan atau marchandise.

Kerajinan dari sabut kelapa sangatlah banyak, apalagi Indonesia memiliki banyak suku di daerah sehingga dapat menghasilkan berbagai macam kerajinan – kerajinan yang unik dari berbagai daerah. Namun kerajinan dari sabut kelapa yang cukup di minati adalah kerajinan yang berupa dompet, tas, dan souvenir – souvenir untuk di jadikan pajangan dan oleh-oleh di tempat pariwisata.

Sabut Kelapa sebagai Bahan Dasar Pembuatan Briket

Anda tentu sering mendengar briket berasal dari batubara atau juga tempurung kelapa bukan? dan itu betul. Tetapi ternyata sekarang, briket juga bisa di buat dari bahan sabut kelapa. Dan bisa jadi anda akan terasa asing jika briket berasal dari sabut kelapa.

Briket yang berbahan dasar sabut kelapa ini memiliki sifat yang lebih ramah lingkungan. Serta anda akan menekan biaya pembuatan, karena biaya produksi briket sabut kelapa lebih murah di banding dengan briket dari batubara. Cara pembuatan briket sabut kelapa juga tidak terlalu sulit karena prosesnya hampir mirip dengan cara pembuatan briket tempurung kelapa. Mesin sabut kelapa.

Sabut Kelapa Sebagai Media Pembakar Pengganti Minyak Fosil

Manfaat umum dari sabut kelapa adalah seringnya di gunakan para pengusaha arang dari tempurung kelapa yang menjadikan sabut kelapa sebagi media pembakaran.

Selain itu sabut kelapa sebagai media pembakaran juga sering di gunakan restoran-restoran tradisional yang masih menggunakan tunggu trasional untuk memasak.

Bahkan industri–industri seperti pembuatan keramik dan genteng juga menggunakan sabut kelapa. Ini karena sabut kelapa yang sudah kering mudah terbakar dan juga menghasilkan api yang stabil

Sabut Kelapa Sebagai Penyaring Air Sederhana

Salah satu manfat penting dari sabut kelapa yaitu sebagai alat untuk membantu menyaring air secara sederhana. Struktur sabut kelapa yang berserat dapat membantu proses penyaringan air.

Lalu bagaimana caranya untuk proses penyaring? berikut kami sampaikan cara simpel nan sederhananya.

Langkahnya adalah yaitu pertama sabut kelapa harus di kupas terlebih dahulu dari kulit arinya kemudian baru dapat di gunakan untuk menyaring air. Air yang melewati saringan sabut kelapa akan terpisah sampah atau kotoran sehingga akan di dapat air yang semakin jernih. Proses ini harus di lakukan berkali – kali agar mendapat air jernih yang maksimal.

Sabut Kelapa Sebagai Pengganti Kayu Untuk Memasak

Kalau kamu tinggal di perkotaan, mungkin jarang kali ya lihat orang memasak pake kayu kabar atau sabut kelapa. Tetapi bagi kamu yang pernah tinggal di desa, orang memasak memakai kayu bakar atau sabut kelapa tentunya masih sangat banyak.

Sabut kelapa ini sangat mudah di temukan, biasanya setelah meraka ambil kelapanya, kemudian sabutnya di jemur dan setelah kering di pakai untuk masak di dalam tungku tradisional atau tumpukan batu bata.

Salah satu kelebihan sabut kelapa sebaga pengganti kayu bakar adalah karena sabut kelapa kering, maka darinya memiliki sifat yang mudah terbakar, serta dapat menghasilkan apinya yang cukup stabil.

Tentu dari proses ini banyak asap yang di hasilkan, tetapi jangan salah, biasanya masakan yang di masak dengan cara alami begini, serasa sangaat nikmat. Mau coba hehe..

Kegunaan Sabut Kelapa Sebagai Penahan Erosi Tebing

Sejujurnya inilah manfaat sabut kelapa yang paling menarik. yaitu sebagai alat pengendali erosi pada tebing atau slope atau lereng. Dan untuk membuat itu semua, Anda bisa menggunakan mesin pemintal tali sabut kelapa. Media sabut kelapa yang di pakai dalam teknik ini adalah dengan cara membuatnnya menjadi jaring sabut kelapa atau sering di sebut dengan cocomesh.

Pembuatan cocomesh ini di awali dengan cara sabut kelapa di buatnya menjadi tali sabut. Kemudian proses selanjutnya adalah mengayam tali tersebut dengan ukuran mash atau jarak tertentu. Ukuran cocomesh umumnya adalah 2×25 meter atau juga bisa 1,2 x 15 meter, sangat bergantung kepada kondisi kebutuhan. Dan jarak antar talinya bisa mulai dari 2×2 cm, 3×3 cm dan 4×4 cm.

Penggunaan cocomesh ini sudah mulai sangat familiar di kalangan para reklamator tambang. Karena terbukti sangat efektif untuk menahan erosi bekas tambang. Juga mampu menghijaukan kembali area bekas tambang yang di padukan dengan penumbuhan cover crop, atau biji-bijian penutup lahan. Ketika cover crop yang di sebar pada cocomesh sudah tumbuh, maka langkah selanjutnya bisa di lakukan penanaman mengunakan tanaman keras.

Leave a Reply

Your email address will not be published.