asuransi pendidikan

5 Rekomendasi Asuransi Pendidikan Anak

Posted on

Ketika anak-anak mulai sekolah, banyak orangtua yang masih bingung saat menentukan asuransi dana pendidikan. Mereka berpikir asuransi pendidikan apa yang bagus untuk mengamankan dana pendidikan buah hati sampai pendidikan tinggi? Namun tidak sedikit yang akhirnya gagal menggapai tujuannya. Agar Anda tidak seperti itu, yuk simak penjelasan dibawah ini.

Merencanakan Dana Pendidikan Anak

Dalam keadaan perekonomian saat ini, penting bagi calon orang tua untuk merencanakan keperluan pendidikan dan memiliki asuransi pendidikan untuk sang buah hati supaya tidak ada masalah nantinya. Seperti yang sudah Anda ketahui, kini biaya pendidikan menjadi hal yang mahal. Tak jarang orang tua berutang demi membiayai pendidikan anaknya. Bahkan di Amerika, utang uang sekolah sudah menjadi utang customer tertinggi ke dua setelah Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Utang ini sudah makin lama besar pada tahun 2017 sehingga pantas dikategorikan sebagai suatu masalah serius yang makin lama makin buruk.

Tidak percaya? Simak pembahasannya didalam artikel berikut ini:

Saya dan pasangan mulai memikirkan dana pendidikan setelah membaca artikel tersebut.

Bahkan sebelum menikah, kita buru-buru mengkalkulasi berapa biaya memiliki kandungan dan melahirkan, hingga berapa dana pendidikan yang dibutuhkan demi buah hati kesayangan kami.

Kami mulai berhitung dari basic pendidikannya, yaitu play group. Karena sudah pasti pendidikan inilah yang paling dekat jangka waktunya. Kemudian dilanjutkan hingga SD, SMP, SMA, dan Universitas.

Nah, setelah mengestimasikan nilainya, terlihat kebingungan selanjutnya. Kami mulai mencari-cari instrumen investasi yang sesuai.

Tapi tidak lama, kita mendengar dari teman-teman bahwa penting untuk memanfaatkan asuransi pendidikan anak untuk antisipasi risiko.

Loh, memang apa gunanya sih asuransi pendidikan ini? Di tengah kebingungan ini aku mencoba mencari berbagai Info perihal hal ini dan aku dambakan turut membagikannya kepada Anda semua.

Asuransi Pendidikan Anak

Produk ini merupakan bagian dari asuransi unit link. Dikutip dari Kompas.com, asuransi unit link ini merupakan asuransi dengan dua kantong, kantong untuk proteksi dan kantung investasi.

Uang premi yang dibayarkan sebagian digunakan untuk membayar proteksi dan sebagian kembali ditaruh pada reksa dana didalam wujud unit link.

Karena produk ini bukan keluaran bank (melainkan produk keluaran perusahaan asuransi), maka tidak ada penjaminan oleh Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS.

Lalu kenapa banyak bank yang menawarkan produk asuransi pendidikan anak ini? Jawabannya adalah bank sekedar cuma berperan sebagai agen penjual unit link dan tidak bertanggung jawab apa pun kepada nasabah.

Jadi, asuransi pendidikan merupakan paduan pada investasi dan asuransi jiwa berjangka.

Umumnya, sistem kerjanya yaitu mengumpulkan dana dari nasabah dan memanfaatkan saldo tabungan tersebut sebagai jaminan atas pendidikan anak kelak.

Sebagai contohnya, saat anak masuk TK, SD, SMP, SMA atau Perguruan Tinggi, pihak asuransi bakal mengeluarkan sejumlah uang yang diambil dari saldo tabungan Anda sendiri untuk membiayai kepentingan pendidikan tersebut.

Kemudian, misalnya pihak orang tua tersebut meninggal dunia, maka tabungan bakal otomatis disetorkan sehingga biaya pendidikan masih bisa dijamin.

Kesimpulannya, beberapa fitur utama dari asuransi pendidikan anak adalah sebagai berikut:

  • Digunakan untuk keperluan dana pendidikan jangka panjang, biasanya jangka waktu berkisar 10 tahun.
  • Termasuk produk asuransi sehingga punya banyak manfaat proteksi, tidak cuma memperoleh manfaat asuransi jiwa, tetapi juga asuransi kesehatan. Artinya misalnya berlangsung sakit dan mesti dirawat inap di rumah sakit, maka biaya rumah sakit juga bakal ditanggung oleh perusahaan asuransi.
  • Bunga yang diberikan jauh lebih besar dari pada tabungan pendidikan yaitu berkisar 15% hingga 23% per tahunnya.
  • Adanya perlindungan misalnya setoran premi asuransi terhenti saat pihak anak belum memperoleh dana pendidikannya secara utuh. Dimana pihak perusahaan asuransi bakal menanggung dana pendidikan supaya tetap diberikan. (mirip asuransi jiwa)

Kelebihan Asuransi Pendidikan Anak

Beberapa kebihan asuransi pendidikan adalah sebagai berikut:

  • Ada potensi tingkat keuntungan yang meningkat atau bertambah
  • Adanya peluang untuk melipatgandakan simpanan
  • Adanya manfaat perlindungan risiko

Kelemahan Asuransi Pendidikan Anak

Sedangkan kelemahan dari produk yang satu ini antara lain sebagai berikut:

  • Tingkat keuntungan yang Anda dapatkan tidaklah tetap (Hal berikut terpengaruh oleh kinerja investasi dan risiko investasi)
  • Adanya risiko tabungan berkurang

5 Rekomendasi Asuransi Pendidikan Anak

Sebelum mengambil keputusanuntuk memilih asuransi pendidikan anak, aku dan suami sudah pasti mencari tahu beberapa asuransi pendidikan yang reliable dan sudah dipercaya banyak orang.

Disini kita akan membagikan 5 rekomendasi asuransi pendidikan anak bagi Anda:

1. Manulife

Tahukah Anda? Salah satu produk yang di tawarkan Manulife adalah Manulife Education Protector. Produk ini merupakan produk asuransi pendidikan yang jenisnya unit link.

Artinya, produk ini bukan cuma meyakinkan masa depan anak saja, tetapi juga berinvestasi di produk-produk investasi Manulife, seperti Manulife Dana Pasar Uang, Manulife Dana Ekuitas, Manulife Dana Ekuitas Syariah, dan masih banyak lagi.

Pemegang produk asuransi ini bisa lewat orang tua atau anak. Adapun syaratnya adalah sebagai berikut:

  • Orang tua: usia minimal adalah 18 th. dan maksimal 50 tahun.
  • Anak: minimal 30 hari maksimal 10 tahun.

Adapun jaman pertanggungannya berlaku hingga tertanggung berusia 70 tahun. Masa pembayaran preminya fleksibel bisa 5 tahun dan 10 tahun disesuaikan dengan konsep pendidikan dan usia masuk anak.

Manulife juga menyediakan asuransi pendidikan tipe dwiguna, yaitu ProGraduate. Program ini memberi tambahan manfaat pembayaran tunai sebagai dana pendidikan yang dibayarkan pada usia 18-23 tahun dan memberikan perlindungan jiwa kepada orang tua sebagai pihak tertanggung.

Dengan metode pembayaran premi yang fleksibel, bisa tahunan, semesteran, kuartalan, atau bulanan.

2. BCA

Dikutip dari Kompas.com, BCA baru saja mengeluarkan produk asuransi pendidikan bernama Proteksi Edukasi Maksima (EduPlan). Produk ini merupakan hasil kerja sama BCA dengan perusahaan asuransi asal Hong Kong.

EduPlan merupakan produk asuransi dwiguna yang bisa menunjang para orang tua menyiapkan keperluan dana pendidikan sang buah hati. Pembayaran premi bisa dilaksanakan 3, 10, hingga 15 tahun.

Manfaat pendidikan yang dijamin sebesar 200 persen dari uang pertanggungan saat anak berusia 18 hingga 21 tahun. Keuntungannya lainnya adalah berkesempatan untuk memperoleh bonus tahunan dan bonus akhir polis.

3. BRI

Rekomendasi asuransi pendidikan ketiga yaitu hasil kerja sama asuransi pendidikan BRI dengan Sequis yang siap memberi tambahan jaminan dana pendidikan dan keselamatan jiwa.

Dikutip dari situs resminya Sequis, pihak tertanggung lumayan membayar premi sepanjang 8 tahun dan bisa menikmati asuransi hingga 18 tahun.

Apabila tertanggung mengalami kematian dan kecelakaan maka ia bakal memperoleh uang sebesar 150 prosen dari uang pertanggungan. Sementara dana pendidikan yang didapat sebesar 150 persen dari uang pertanggungan.

Menarik sekali bukan?

4. Mandiri

Mandiri Sejahtera Cerdas merupakan salah satu produk asuransi andalan didalam asuransi pendidikan.

Sama seperti produk asuransi pendidikan lainnya, penentuan premi dan uang pertanggungannya juga fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan.

Namun di samping fiturnya yang menguntungkan, Mandiri Sejahtera Cerdas juga memberikan keistimewaan lain berupa loyalti bonus sebesar 1,5 prosen di akhir tahun kelima.

Tak lupa pilihan dana investasi yang bervariasi sesuai dengan profil risiko yang diinginkan. Jadi, product ini bukan cuma melindungi keperluan masa depan pendidikan anak, tetapi juga bisa sebagai instrumen investasi bagi pihak orang tua.

Syaratnya untuk menjadi nasabah ini, pihak tertanggung mesti berusia 17 tahun hingga 59 th. dan anaknya mesti berusia 0 hingga 15 tahun. Minimum preminya adalah Rp 2.500.000 per tahun.

5. BNI

BNI juga tak mau kalah dengan bank lain yang menyediakan asuransi pendidikan, BNI punya produk Solusi Pintar untuk asuransi pendidikannya.

Dalam Solusi Pintar, dana pendidikannya diberikan bertahap mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

Besarannya SD 20 prersen dari uang pertanggungan, SMP 30 persen, SMA 40 persen, dan perguruan tinggi 100 persen.

Jumlah uang pertanggungannya disepakati antar nasabah dengan BNI. Masa pembayaran preminya berkisar 9 tahun hingga 17 tahun. Maksimum hingga pihak tertanggung berusia 65 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *